ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Surat Utang Korporasi 2026 Diproyeksi Tembus Rp 175 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 20:18 WIB
MF
MK
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: MBK
Ilustrasi Investasi Obligasi.
Ilustrasi Investasi Obligasi. (pexels.com/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2026 tetap solid di tengah dinamika global, dengan kisaran Rp 154 triliun hingga Rp 196,86 triliun. Nilai tengah proyeksi tersebut berada di sekitar Rp 175,77 triliun.

Kepala Divisi Riset Pefindo Suhindarto menyampaikan, proyeksi tersebut didorong oleh sejumlah faktor fundamental, terutama tingginya kebutuhan refinancing seiring besarnya nilai obligasi yang jatuh tempo hingga akhir tahun.

“Masih terdapat sekitar Rp 124,12 triliun surat utang yang akan jatuh tempo hingga akhir tahun. Ini akan menjadi pendorong utama penerbitan baru, khususnya untuk refinancing,” ujar Suhindarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan tetap terjaga, didukung kebijakan fiskal yang ekspansif serta stabilitas moneter, turut menjadi katalis bagi peningkatan kebutuhan pendanaan korporasi melalui pasar obligasi.

ADVERTISEMENT

Suhindarto menambahkan, kondisi imbal hasil (yield) yang relatif kompetitif dibandingkan suku bunga kredit perbankan juga menjadi daya tarik utama bagi korporasi.

“Imbal hasil obligasi korporasi masih lebih menarik dibandingkan lending rate perbankan, sehingga tetap menjadi alternatif pembiayaan yang efisien bagi korporasi,” jelasnya.

Dari sisi permintaan, minat investor terhadap instrumen pendapatan tetap dinilai masih kuat, terutama di tengah volatilitas pasar saham. Hal ini membuka peluang peningkatan permintaan obligasi korporasi sepanjang tahun.

Sepanjang kuartal I 2026, penerbitan surat utang korporasi tercatat mencapai Rp 59,35 triliun atau tumbuh 26,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut juga melampaui total jatuh tempo sebesar Rp 26,88 triliun.

Penerbitan didominasi obligasi dan sukuk sebesar Rp 52,4 triliun, sementara medium term notes (MTN) mencatatkan peningkatan signifikan menjadi Rp 7 triliun.

Berdasarkan sektor, industri pembiayaan, perbankan, serta sektor kehutanan dan pulp kertas menjadi kontributor utama dalam penerbitan surat utang korporasi.

Meski prospeknya dinilai positif, Suhindarto mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait dinamika geopolitik global yang berpotensi mendorong kenaikan yield.

Ketegangan di Timur Tengah, lanjutnya, telah meningkatkan biaya dana global sejak Maret, yang mulai tercermin pada kenaikan imbal hasil obligasi korporasi domestik.

Selain itu, potensi pelemahan nilai tukar rupiah serta moderasi kinerja sektor keuangan juga dapat menjadi faktor yang menekan pasar ke depan. “Jika tekanan global berlanjut, yield berpotensi meningkat sehingga biaya pendanaan korporasi ikut naik,” kata Suhindarto.

Dari sisi investor, preferensi terhadap obligasi berperingkat tinggi juga dinilai dapat membatasi akses pendanaan bagi emiten dengan peringkat lebih rendah, sehingga berpotensi memengaruhi distribusi penerbitan di pasar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pefindo Proyeksikan Surat Utang Korporasi Tembus Rp 196,86 Triliun

Pefindo Proyeksikan Surat Utang Korporasi Tembus Rp 196,86 Triliun

EKONOMI
Perusahaan Emas Swasta Ini Jadi Pemegang Surat Utang Terbesar AS

Perusahaan Emas Swasta Ini Jadi Pemegang Surat Utang Terbesar AS

EKONOMI
Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

EKONOMI
Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

EKONOMI
Prospek SBN dan Obligasi Korporasi Tetap Positif pada 2026

Prospek SBN dan Obligasi Korporasi Tetap Positif pada 2026

EKONOMI
Dinamika Penguatan Dolar AS Bakal Bayangi Penerbitan SBN

Dinamika Penguatan Dolar AS Bakal Bayangi Penerbitan SBN

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon