ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ASDP Indonesia Ferry Perketat Pengecekan Syarat Negatif Covid-19

Minggu, 16 Mei 2021 | 18:40 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Pelabuhan Merak, Banten mulai dipenuhi kendaraan pribadi para pemudik yang ingin menyebrang ke pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu 5 Mei 2021.
Pelabuhan Merak, Banten mulai dipenuhi kendaraan pribadi para pemudik yang ingin menyebrang ke pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu 5 Mei 2021. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat pengecekan syarat perjalanan berupa hasil negatif Covid-19 berbasis tes antigen dalam rangka pengendalian transportasi selama masa angkutan Lebaran 2021.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan ASDP telah melakukan kerja sama dan koordinasi yang baik dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kesehatan Pelabuhan, dan seluruh stakeholder agar kebijakan pengendalian transportasi dapat berjalan efektif dan pelaksanaan di lapangan tetap dilakukan secara tegas dan manusiawi.

"Kami mengingatkan seluruh pengguna jasa, yang akan melakukan perjalanan dengan kapal feri, agar mengatur waktu perjalanannya dan mematuhi syarat perjalanan sesuai dengan SE Satgas Covid-19 dan Permenhub 13 Tahun 2021," kata Ira Puspadewi dalam pernyataan pers, Minggu (16/5/2021).

Ia memperkirakan pada akhir pekan ini akan mulai terjadi pergerakan arus penumpang dan kendaraan pascalebaran, khususnya dari Sumatera menuju kota-kota di Jawa, termasuk Jakarta, sehingga pengecekan akan mulai dilakukan secara ketat di seluruh check point Lampung, hingga Pelabuhan Bakauheni. Pengguna jasa diminta membawa hasil negatif Covid-19 berupa swab antigen.

ADVERTISEMENT

Ira mengatakan pada arus pascaLebaran ini, ASDP juga mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan reservasi tiket secara online via Ferizy, terutama di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Ia menyebut di masa pandemi Covid-19 ini pengguna jasa harus menjaga jarak dengan membeli tiket secara daring, sehingga akan semakin mengurangi interaksi dengan petugas loket.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah melakukan upaya antisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan pada arus pascalebaran yang diprediksi puncaknya pada Minggu (16/5/2021) dan Kamis (20/5/2021) mendatang.

Menhub mengatakan Pelabuhan Bakauheni yang merupakan pintu masuk Sumatera dan Jawa, menjadi salah satu fokus perhatian dalam layanan arus pascalebaran.

Ia mendorong manajemen ASDP agar bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19, TNI, Polri, Pemerintah Daerah dalam memperketat masuknya orang dari wilayah Sumatera ke Pulau Jawa melalui angkutan penyeberangan.

Data Satgas Covid-19 menyebutkan bahwa dalam satu bulan terakhir terjadi peningkatan kasus yang signifikan di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Untuk itu, perlu upaya memperketat pergerakan penumpang khususnya dari Sumatera ke Pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni.

Data mencatat terdapat sekitar 440.000 orang telah melakukan perjalanan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni yang diprediksi akan kembali dalam waktu dekat di waktu yang bersamaan.

"Sesuai ketentuan yang ada, penumpang penyeberangan yang akan menyeberang via Bakauheni wajib membawa dokumen negatif Covid-19 berupa swab antigen. Kami minta calon penumpang untuk melakukan tes secara mandiri lebih awal yaitu ditempat asal, tidak di pelabuhan, untuk menghindari penumpukan di pelabuhan," kata Budi Karya.

Pada Sabtu (15/5) kemarin, Menhub Budi juga melakukan pengecekan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang menjadi gerbang masuk antara pulau Jawa dan Bali. Menurutnya, selain Bakauheni yang menjadi gerbang masuk Jawa dan Sumatera, pengawasan dan penyaringan terhadap arus penumpang dan kendaraan juga perlu dilakukan di pintu masuk Jawa dan Bali dengan melakukan pengetatan persyaratan perjalanan di mana pengguna jasa wajib membawa hasil rapid antigen.

"Ada kemungkinan proyeksi kenaikan pergerakan orang pascalebaran di hari Minggu (16/5). Oleh karenanya saya minta kepada tim untuk melakukan konsolidasi baik mempersiapkan personel dan mekanismenya dengan baik agar pergerakan penumpang tetap terkendali," kata Menhub Budi.

Secara umum, lanjutnya, pelaksanaan pengendalian transportasi di masa peniadaan mudik di Pelabuhan Gilimanuk berjalan baik dan jumlah penumpang menurun signifikan dibanding hari sebelum masa peniadaan mudik.

"Saya mengapresiasi masyarakat yang telah mematuhi kebijakan pemerintah dan saya juga mengapresiasi para petugas baik dari ASDP, TNI/Polri, BPTD dan Dishub yang telah mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga untuk menjalankan tugas pengawasan dan pengendalian transportasi di penyeberangan," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Arus Balik di Merak Ramai, tetapi 51 Persen Pemudik Belum Kembali

Arus Balik di Merak Ramai, tetapi 51 Persen Pemudik Belum Kembali

BANTEN
Arus Balik Ketapang Mulai Padat, ASDP Imbau Hindari Tanggal Ini

Arus Balik Ketapang Mulai Padat, ASDP Imbau Hindari Tanggal Ini

JAWA TIMUR
ASDP Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni 24 dan 28 Maret

ASDP Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni 24 dan 28 Maret

NUSANTARA
ASDP Prediksi Puncak Mudik Merak-Bakauheni Terjadi 18-19 Maret 2026

ASDP Prediksi Puncak Mudik Merak-Bakauheni Terjadi 18-19 Maret 2026

BANTEN
Stimulus Nataru, ASDP Turunkan Tarif Penyeberangan Hingga 19 Persen

Stimulus Nataru, ASDP Turunkan Tarif Penyeberangan Hingga 19 Persen

NASIONAL
Hijaukan Pesisir Bitung, ASDP Tanam 3.000 Bibit Mangrove

Hijaukan Pesisir Bitung, ASDP Tanam 3.000 Bibit Mangrove

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon