Iran Tetap Lanjutkan Pengayaan Uranium meski Fasilitas Nuklir Rusak
Rabu, 23 Juli 2025 | 13:25 WIB
Teheran, Beritasatu.com — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa tiga fasilitas nuklir utama Iran mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Amerika Serikat (AS). Namun, Iran menegaskan tidak akan menghentikan program pengayaan uraniumnya.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (22/7/2025), Araghchi mengatakan bahwa serangan udara AS pada Juni lalu, yang dikenal sebagai operasi Night Hammer, menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan.
“Organisasi Energi Atom Iran sedang menilai tingkat kerusakan, tetapi sejauh ini kerusakannya sangat parah,” ujar Araghchi.
Ia menambahkan bahwa kerusakan tersebut sempat melumpuhkan seluruh kemampuan Iran dalam memperkaya uranium.
Meski demikian, Araghchi tidak memberikan perincian apakah peralatan pengayaan uranium turut hancur. Pihak AS sebelumnya mengklaim bahwa serangan tersebut berhasil menghancurkan program nuklir Iran dan akan menunda pengembangannya selama bertahun-tahun.
“Memang benar proses pengayaan terhenti sementara karena kerusakan berat. Namun, kami tidak akan menyerah begitu saja. Ini adalah hasil kerja keras para ilmuwan kami, dan sekarang sudah menjadi masalah harga diri nasional,” tegas Araghchi.
Ia menambahkan bahwa Iran memiliki kemampuan teknis untuk membangun kembali fasilitas yang rusak dan akan terus memperkaya uranium sesuai kepentingan nasional.
Serangan udara AS pada 22 Juni 2025 melibatkan satu skuadron berisi tujuh pesawat pengebom siluman B-2 Spirit yang menjatuhkan total 14 bom bunker-buster GBU-57. Sebanyak 12 bom diarahkan ke kompleks pengayaan uranium Fordow, yang dikenal sebagai benteng nuklir Iran, sementara dua lainnya menghantam fasilitas bawah tanah di Natanz.
Citra satelit pascaserangan menunjukkan kawah besar di fasilitas Fordow dan Natanz, namun tingkat kerusakan aktual belum dapat dipastikan. Beberapa laporan intelijen AS mengklaim bahwa Fordow telah benar-benar dihancurkan, sementara Natanz dan Isfahan masih memiliki sebagian kemampuan teknis untuk melanjutkan pengayaan.
Meski serangan itu menjadi pukulan telak terhadap infrastruktur nuklir Iran, pemerintah Iran tetap menunjukkan sikap tegas untuk mempertahankan dan melanjutkan program nuklirnya di tengah ketegangan dengan Barat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




