ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Turun Tangan Redakan Konflik Thailand-Kamboja

Sabtu, 15 November 2025 | 16:18 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian tinggi kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, Minggu, 26 Oktober 2025.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian tinggi kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, Minggu, 26 Oktober 2025. (Istimewa)

Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan komunikasi telepon dengan pimpinan Kamboja dan Thailand pada Jumat (14/11/2025) untuk meredakan ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara yang belakangan kembali memanas.

Seorang pejabat Gedung Putih menyebutkan Trump juga menjalin koordinasi dengan Malaysia guna mencari jalan keluar atas eskalasi kekerasan di wilayah tersebut. Meski demikian, pejabat tersebut tidak merinci dengan siapa Trump berbicara.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membenarkan ia telah berdiskusi dengan Trump. Dalam percakapan tersebut, Anwar menegaskan baik Thailand maupun Kamboja telah menarik pasukan mereka dari garis perbatasan, sesuai pendekatan yang diatur dalam Kerangka Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur.

ADVERTISEMENT

“Saya mengapresiasi keterlibatan Presiden Trump yang turut menghubungi pemimpin Kamboja dan Thailand untuk memastikan perbedaan yang ada dapat diselesaikan secara tertib demi stabilitas dan keharmonisan kawasan,” ujarnya melalui platform X.

Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah seorang warga sipil tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam bentrokan di perbatasan Thailand–Kamboja pada Rabu (12/11/2025), hanya beberapa hari setelah Thailand menangguhkan pakta perdamaian. Kamboja lantas mengevakuasi ratusan warga dari Desa Prey Chan menyusul insiden tersebut, menurut keterangan juru bicara provinsi Norng Vuthy, dikutip dari CamboJA News.

Militer Thailand membantah tuduhan pasukannya melakukan penembakan sepihak. Mereka menyatakan bahwa justru tentara Kamboja yang lebih dulu melepaskan tembakan ke wilayah Thailand.

Pasukan Thailand disebut merespons secara terukur sesuai aturan keterlibatan demi mengendalikan situasi, menjaga kedaulatan, dan melindungi keselamatan anggota di lapangan, menurut pernyataan resmi militer melalui Facebook.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz

Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

INTERNASIONAL
Alasan Trump Sebut Dirinya

Alasan Trump Sebut Dirinya "Bos" di Depan Pemimpin Dunia Saat KTT G7

INTERNASIONAL
Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

INTERNASIONAL
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon