ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Kian Kasar pada Jurnalis Saat Disinggung Isu Sensitif

Rabu, 19 November 2025 | 08:21 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Presiden AS Donald Trump saat menerima kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Presiden AS Donald Trump saat menerima kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (AP/Alex Brandon)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan kemarahannya kepada jurnalis ketika ditanya soal isu-isu sensitif, termasuk kasus Jeffrey Epstein dan hubungan bisnis keluarganya dengan Kerajaan Arab Saudi.

Pada Selasa (18/11/2025) waktu setempat, Trump meluapkan amarahnya pada reporter ABC News, Mary Bruce, saat kunjungan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, ke Gedung Putih. Bruce menanyakan potensi konflik kepentingan dari hubungan bisnis keluarga Trump dengan pihak Saudi dan menyoroti pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, pada 2018.

Trump menyela pertanyaan Bruce dengan tegas,  “ABC fake news. Salah satu yang terburuk di bisnis ini.” 

ADVERTISEMENT

Ia menekankan bahwa dirinya tidak terkait langsung dengan Trump Organization, yang kini dijalankan oleh dua putra tertuanya, dan membela Pangeran Mohammed meski intelijen AS menunjukkan sebaliknya. 

Kemarahan Trump semakin memuncak saat Bruce menyinggung kasus Epstein, miliarder yang bunuh diri pada 2019 saat menunggu persidangan atas perdagangan seks. 

Trump menegaskan, “Bukan pertanyaannya yang saya masalahkan. Sikapmu yang saya persoalkan. Saya pikir kamu jurnalis yang buruk,” dan menyebut skandal Epstein sebagai “hoax”. Ia bahkan menuduh ABC ikut menyebarkan skandal tersebut.

Insiden ini bukan pertama kalinya Trump bersikap agresif pada jurnalis terkait isu sensitif. Beberapa hari sebelumnya, Trump memanggil reporter Bloomberg, Catherine Lucey, dengan sebutan “piggy” di Air Force One, setelah ditanya soal dokumen Epstein. Jurnalis CNN, Jake Tapper, menyebut komentar tersebut “menjijikkan dan sama sekali tidak dapat diterima.”

Trump juga kembali menyinggung kemungkinan pencabutan lisensi siaran ABC oleh regulator AS, menandakan sikap kerasnya terhadap media yang dianggap menekan atau mempertanyakan dirinya.

Tren ini menyoroti pola Trump yang semakin defensif dan kasar ketika menghadapi pertanyaan seputar isu-isu kontroversial, mempertegas hubungan tegang antara Presiden AS dengan sebagian media mainstream.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz

Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

INTERNASIONAL
Alasan Trump Sebut Dirinya

Alasan Trump Sebut Dirinya "Bos" di Depan Pemimpin Dunia Saat KTT G7

INTERNASIONAL
Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

INTERNASIONAL
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon