ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wali Kota Bocorkan Kunci Atasi Banjir Semarang

Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:19 WIB
WW
S
Penulis: Widy Wicaksono | Editor: JTO
Banjir melanda wilayah Muktiharjo Semarang.
Banjir melanda wilayah Muktiharjo Semarang. (Beritasatu.com/Ikromi)

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat penyelesaian proyek kolam retensi Trimulyo dan tanggul laut (seawall). Hal ini dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir dan rob di wilayah timur Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan, optimisme bahwa kedua infrastruktur tersebut akan membawa perubahan signifikan dalam pengendalian rob dan banjir kiriman dari wilayah hulu.

Menurutnya, tanggul laut berfungsi menahan air laut pasang agar tidak masuk ke daratan, sementara kolam retensi berperan menampung air hujan dan kiriman dari atas sebelum dialirkan ke laut.

ADVERTISEMENT

“Dengan penyelesaian kolam retensi dan tanggul laut ini, kami berharap persoalan banjir di sekitar sini dapat teratasi secara menyeluruh. Sebelumnya, masalah utamanya adalah rob. Kini dengan adanya seawall, tantangan baru adalah air dari hulu. Karena wilayah kita sudah ditanggul, air hujan memerlukan tempat penampungan. Di sinilah peran kolam retensi menjadi krusial,” tuturnya pada Selasa (28/10/2025).

Proyek kolam retensi di kawasan Trimulyo yang dirancang seluas 250 hektare tersebut dikerjakan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Ini adalah proyek dari pusat yang membutuhkan waktu dan tahapan. Namun, kami di daerah memastikan konektivitas antarsaluran dan pompa agar air dapat segera dialirkan ke kolam begitu selesai dibangun,” imbuh Agustina.

Ia menambahkan, selama proses pembangunan, dampak terhadap aktivitas warga akan diminimalkan. Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mendukung pembangunan ini.

“Pembangunan seperti ini pasti ada konsekuensinya, tetapi kami akan mengupayakan dampaknya seminimal mungkin agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan. Yang penting, kita harus menjaga komunikasi, bergotong royong, dan sabar menunggu hasilnya. Saat seluruh perencanaan ini berjalan sesuai rencana, banjir yang selama ini kita hadapi akan jauh berkurang,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Semarang-Grobogan

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Semarang-Grobogan

JAWA TENGAH
Banjir Grobogan dan Semarang, Pembangunan Jembatan AramcoDipercepat

Banjir Grobogan dan Semarang, Pembangunan Jembatan AramcoDipercepat

JAWA TENGAH
Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol Meluas ke Jalan Provinsi

Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol Meluas ke Jalan Provinsi

JAWA TENGAH
Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Ditangani

Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Ditangani

JAWA TENGAH
Banjir Semarang: Antara Kewenangan, Koordinasi, dan Harapan

Banjir Semarang: Antara Kewenangan, Koordinasi, dan Harapan

JAWA TENGAH
BNPB Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Kunci Redam Banjir Semarang

BNPB Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Kunci Redam Banjir Semarang

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon