PBB Soroti Demo di Indonesia, UGM Minta Aparat Peka HAM
Selasa, 9 September 2025 | 09:04 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com -Gelombang aksi demonstrasi di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menarik perhatian dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar semua pihak menahan diri guna mencegah kekerasan. Respons itu muncul, setelah ada laporan korban jiwa serta dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Guru Besar Hubungan Internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Dafri Agussalim menilai kasus dugaan pelanggaran HAM harus ditangani serius. Ia menekankan pentingnya penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah sebuah tindakan aparat termasuk pelanggaran HAM atau tidak.
“Dalam setiap konvensi ada standar minimum operasional, begitu juga kepolisian. Jika tindakan aparat berlebihan terhadap sipil, itu bisa masuk kategori pelanggaran HAM,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Dafri mengingatkan agar aparat lebih sensitif terhadap isu HAM, terutama saat menghadapi aksi demonstrasi. Menurutnya, sorotan dunia tidak bisa dihindari karena Indonesia kini berada dalam tata pergaulan global.
“Semestinya aparat lebih peka karena kita tidak hidup di dunia sendiri,” jelasnya.
Kasus kematian seorang pengemudi ojek online yang terlindas mobil taktis Brimob saat demonstrasi menjadi contoh sorotan publik. Meski disebut sebagai kecelakaan, Dafri menilai peristiwa itu tetap mencerminkan tanggung jawab negara untuk melindungi warganya.
Ia menegaskan, perhatian serius dari aparat diperlukan agar potensi pelanggaran HAM tidak berulang. Ia beralasan, setiap insiden kekerasan tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




