ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Istana Bantah Kapolri Ajukan Nama Anggota Komite Reformasi Polri

Rabu, 8 Oktober 2025 | 19:40 WIB
CS
DM
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: DM
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, kapolri tidak pernah mengajukan nama apa pun dan tidak ada penolakan dari Presiden Prabowo Subianto terkait daftar calon anggota komite tersebut.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, kapolri tidak pernah mengajukan nama apa pun dan tidak ada penolakan dari Presiden Prabowo Subianto terkait daftar calon anggota komite tersebut. (Beritasatu.com/Celvin Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com - Istana Negara membantah isu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajukan sejumlah nama untuk masuk dalam Komite Reformasi Polri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, kapolri tidak pernah mengajukan nama apa pun dan tidak ada penolakan dari Presiden Prabowo Subianto terkait daftar calon anggota komite tersebut.

“Info dari mana? Pak Kapolri tidak pernah mengajukan nama dan tidak pernah ada penolakan dari presiden,” ujarnya, Rabu (8/10/2025) seusai pelantikan sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta.

ADVERTISEMENT

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo telah mengantongi sembilan nama anggota Komite Reformasi Polri. Komite ini akan diisi tokoh-tokoh berkompeten bidang hukum dan kepolisian.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan keterlibatan mantan kapolri dalam komite tersebut, Prasetyo hanya menjawab singkat, “Nanti tunggu nama-namanya.”

Sebelumnya, Prasetyo menyebut Presiden Prabowo akan mengumumkan pembentukan Komite Reformasi Polri dan melantik para anggotanya dalam waktu dekat. “Tunggu tanggal mainnya, nanti ada hari khususnya. Insyaallah besok,” kata Prasetyo sambil berkelakar kepada awak media.

Komite Reformasi Polri merupakan salah satu janji politik Presiden Prabowo untuk mempercepat reformasi internal Kepolisian. Pembentukan komite ini diharapkan dapat menjawab berbagai desakan masyarakat atas kebutuhan transparansi dan profesionalitas pada tubuh Polri.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pembentukan Komite Reformasi Polri paling lambat diumumkan pertengahan Oktober 2025. 

Yusril juga menyebut sejumlah tokoh hukum nasional berpotensi bergabung, antara lain Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Yusril: Tindakan Brimob Aniaya Siswa MTs Tual di Luar Perikemanusiaan

Yusril: Tindakan Brimob Aniaya Siswa MTs Tual di Luar Perikemanusiaan

NASIONAL
Mayoritas Anggota Komite Reformasi Ingin Polri di Bawah Presiden

Mayoritas Anggota Komite Reformasi Ingin Polri di Bawah Presiden

NASIONAL
Eks Kapolri Bongkar Alasan Publik Lebih Percaya Damkar daripada Polisi

Eks Kapolri Bongkar Alasan Publik Lebih Percaya Damkar daripada Polisi

NASIONAL
Mengapa Pelayanan dari Polsek hingga Polda Lambat?

Mengapa Pelayanan dari Polsek hingga Polda Lambat?

NASIONAL
Reformasi Polri di Era Prabowo: Menuju Polisi Transparan dan Akuntabel

Reformasi Polri di Era Prabowo: Menuju Polisi Transparan dan Akuntabel

NASIONAL
Ini Pembahasan Komite Reformasi Polri dalam Rapat Perdana di Mabes

Ini Pembahasan Komite Reformasi Polri dalam Rapat Perdana di Mabes

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon