ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil: Indonesia Akan Wajibkan Bensin Campur Etanol 10 Persen

Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:51 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi pembicara dalam forum Investor Daily Summit 2025 bertema “New Economic Order” yang digelar B-Universe di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi pembicara dalam forum Investor Daily Summit 2025 bertema “New Economic Order” yang digelar B-Universe di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Beritasatu.com/Beritasatu TV)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan mewajibkan pencampuran etanol 10 persen (E10) dalam produk bensin dan bahan bakar minyak (BBM) lainnya, untuk mengurangi impor BBM. 

Hal itu disampaikan Bahlil saat menjadi pembicara dalam forum Investor Daily Summit 2025 bertema “New Economic Order” yang digelar B-Universe di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

“Ke depan Indonesia akan kita dorong mandatori menjadi E10. Artinya, kita wajibkan memakai etanol 10 persen. Tujuannya apa, kita mengurangi impor, dan etanol ini didapatkan dari singkong atau dari tebu,” kata Bahlil.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, dengan menggunakan produk pertanian tersebut, maka selain mengurangi ketergantungan impor BBM, juga akan membuka lapangan pekerjaan baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sangatlah tidak benar kalau dibilang etanol tidak bagus, buktinya di negara-negara lain sudah pakai barang ini,” ujar ketua umum Partai Golkar ini.

Bahlil mencontohkan Brasil yang menggunakan E27 atau mencampur 27 persen dalam BBM, Amerika Serikat E10 dan di beberap negara bagiannya sampai ada E85. Kemudian India memakai E80, Thailand E20, dan Argentina E12.

“Brasil mencampur bensinnya dengan etanol 27 persen mandatori, tetapi di beberapa negara bagian, di beberapa provinsi mereka yang produksi etanolnya sudah bagus itu sampai ada E100,” ujarnya.

Bahlil menyoroti masih tingginya nilai ekspor BBM terutama jenis bensin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Menurutnya, konsumsi bensin di Indonesia pada 2025 mencapai 42 juta barel. Hanya 14 juta barel yang bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri, sedangkan 27 juta barel lagi harus diimpor.

Untuk menekan impor BBM, lanjut Bahlil, pemerintah akan memanfaatkan segala sumber daya dalam negeri, yakni etanol.

“Kita berpikir untuk bensin kita campur dengan hasil pertanian kita, hasil perkebunan kita,” ujarnya.

Bahlil menduga pihak yang tidak suka BBM dicampur etanol, adalah mereka yang tidak ingin Indonesia lepas dari ketergantungan impor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

NASIONAL
Bahlil Sebut Konversi LPG ke CNG Masih Dikaji

Bahlil Sebut Konversi LPG ke CNG Masih Dikaji

EKONOMI
Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

NASIONAL
Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syarat dari Bahlil

Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syarat dari Bahlil

EKONOMI
Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

EKONOMI
Bahlil Siapkan Rp 10,3 T untuk Terangi Seluruh Dusun di Indonesia

Bahlil Siapkan Rp 10,3 T untuk Terangi Seluruh Dusun di Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon