ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kepala BNPB Minta Pengungsian Terpusat Agar Fokus Dalam Penanganan Banjir Demak

Selasa, 13 Februari 2024 | 09:51 WIB
J
R
Penulis: Jamaah | Editor: RZL
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengunjungi lokasi terdampak banjir di Demak, Jawa Tengah, Senin, 13 Februari 2024.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengunjungi lokasi terdampak banjir di Demak, Jawa Tengah, Senin, 13 Februari 2024. (Beritasatu.com/Jamaah)

Demak, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengunjungi lokasi terdampak banjir di Demak, Jawa Tengah, Senin (13/2/2024) petang. Suharyanto mendesak agar korban banjir di Demak ditempatkan dalam pusat pengungsian terpusat.

Hal ini bertujuan untuk memantau kondisi para pengungsi dan memberikan penanganan yang lebih manusiawi. Meskipun sebagian warga mendirikan tenda sederhana untuk melindungi rumah dan barang berharga mereka, BNPB berupaya melengkapi fasilitas pengungsian dengan tenda yang lebih nyaman.

"Kami berharap tidak ada lagi tenda-tenda sederhana, tetapi digantikan oleh tenda yang lebih manusiawi," kata Suharyanto dalam konferensi pers setelah meninjau lokasi banjir.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan BNPB berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar korban banjir dan mendorong pembentukan tenda pengungsian terpusat guna memberikan bantuan yang lebih manusiawi.

Dalam kunjungannya, rombongan BNPB menjelajahi sejumlah titik permukiman warga yang tergenang banjir hingga mencapai ketinggian 2 meter di beberapa desa di Kecamatan Karanganyar, Demak. BNPB menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk proses evakuasi, termasuk logistik, tenda, dan pakaian layak pakai bagi ribuan jiwa korban banjir di Demak.

"BNPB telah menyediakan berbagai bantuan seperti tempat tinggal sementara berupa tenda besar dan tenda keluarga, genset, perahu, serta pompa air, dan sebagainya. Kami juga menyediakan anggaran operasional bagi pemerintah daerah, TNI, dan Polri," kata Suharyanto.

Lebih lanjut, BNPB menunggu koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang saat ini fokus pada penutupan tanggul Sungai Wulan yang mengalami kebocoran. Setelah tanggul teratasi, pihak BNPB bersama instansi terkait akan melakukan penyedotan air banjir dari permukiman warga.

Pada Selasa (13/2/2024), banjir di Demak, yang dipicu oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Tuntang dan Sungai Wulan, sudah surut sepenuhnya di Sungai Tuntang. Namun, dampak kebocoran tanggul Sungai Wulan masih cukup parah.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mencatat dampak banjir melibatkan 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Gajah. Sebanyak 19 desa terendam banjir, dengan total 28.287 jiwa terkena dampak. Selain itu, 20.772 jiwa mengungsi di 59 lokasi pengungsian yang tersebar dari Demak hingga Kabupaten Kudus.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

JAWA TENGAH
Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

JAWA TENGAH
Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

JAWA TENGAH
Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

JAWA TENGAH
Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

JAWA TENGAH
Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon