88 Korban Banjir Sumbar Masih Hilang, Pencarian Diperluas hingga 70 Km
Jumat, 19 Desember 2025 | 15:25 WIB
Padang, Beritasatu.com - Tim SAR gabungan memperluas wilayah operasi pencarian korban hilang akibat bencana ekologis banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Pencarian kini difokuskan pada dua lokasi utama, yakni di Kota Padang Panjang dan Kabupaten Agam.
"Pencarian terus diperluas mencapai 70 kilometer," kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Padang Panjang, Jumat (19/12/2025).
Abdul Malik menyampaikan berdasarkan data terbaru, jumlah korban yang masih hilang dan dalam pencarian mencapai 88 orang.
Baca Juga: Kerugian Akibat Banjir-Longsor di Agam Sumbar Capai Rp 863,79 Miliar
Tim yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat terus berjuang menyisir area-area yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus maupun tertimbun material longsor.
Tim SAR sudah memperluas area pencarian korban banjir bandang hingga sejauh 70 kilometer di sepanjang aliran Sungai Batang Anai, mulai dari hulu hingga ke Muaro Anai, Padang Panjang. Penyisiran dilakukan baik melalui jalur darat maupun air, dengan memperhatikan kondisi medan yang cukup berat akibat endapan lumpur, kayu, dan material lainnya.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, operasi pencarian masih dipusatkan di Kecamatan Palembayan, Malalak, dan Tanjung Raya. Ketiga wilayah tersebut merupakan daerah yang terdampak cukup parah akibat longsor dan banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Curah Hujan Masih Tinggi, Gubernur Sumbar Waspadai Bencana Susulan
Pencarian dilakukan dengan menggali timbunan material serta membuka akses yang sebelumnya tertutup.
Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan turut dibantu sejumlah alat berat yang dioperasikan untuk membuka akses jalan serta menyingkirkan material banjir dan longsor.
Alat berat sangat dibutuhkan mengingat tebalnya material yang menutup lokasi pencarian dan sulitnya medan yang harus dilalui.
Namun, cuaca buruk yang kerap berubah secara tiba-tiba menjadi hujan lebat menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Faktor keselamatan personel menjadi prioritas utama, sehingga operasi pencarian terkadang harus dihentikan sementara apabila kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan.
Tim SAR berharap seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di Sumatera Barat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




