Kemiskinan Jadi Sorotan, BPS Dalami Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT
Jumat, 6 Februari 2026 | 23:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Tragedi tewasnya seorang anak kelas 4 SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat publik prihatin. Isu kemiskinan disebut sebagai salah satu faktor yang mungkin melatarbelakangi peristiwa ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkap bahwa secara nasional angka kemiskinan Indonesia per September 2025 tercatat menurun menjadi 8,25%. Namun, ia mengakui pihaknya mencatat angka kemiskinan cukup tinggi di beberapa daerah.
"Jadi kalau kita lihat secara nasional, angka kemiskinan ini menurun jadi 8,25 persen untuk bulan September 2025. Ada beberapa daerah yang tingkat kemiskinannya masih tinggi," ujar Amalia kepada Beritasatu.com, Jumat (6/2/2026).
Amalia menambahkan, NTT termasuk provinsi dengan tingkat kemiskinan tinggi. Berdasarkan data BPS pada September 2025, NTT menjadi wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi ketujuh se-Indonesia dengan besaran 17,5%
Menyikapi tragedi aksi bunuh diri seorang anak di NTT, BPS mengaku sedang mendalami penyebabnya. Termasuk dengan mencocokkan data sebaran kemiskinan di daerah yang dimiliki BPS.
"Kasus anak bunuh diri di NTT itu sedang kami dalami penyebabnya. Kami juga punya data-data, termasuk dari BPS daerah, yang kemudian akan kami cross-check dengan data yang kami miliki," ucap Amalia.
Pendalaman ini dilakukan agar pihak BPS dapat memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi daerah, sekaligus memastikan data statistik menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




