Waspada Hantavirus! Pemkot Tangerang Ingatkan Bahaya Kencing Tikus
Rabu, 13 Mei 2026 | 06:06 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Masyarakat diminta lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari sosialisasi panduan pencegahan hingga peningkatan kewaspadaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami sudah melakukan persiapan sesuai edaran sampai meningkatkan kewaspadaan di tingkat fasilitas kesehatan. Terutama mewaspadai sejumlah keluhan kesehatan yang berkaitan dengan perjalanan dari luar negeri,” ujar Dini, Selasa (12/5/2026).
Menurut Dini, hantavirus perlu diwaspadai karena dapat menyerang organ vital manusia, seperti sistem pernapasan hingga ginjal. Penularan virus dapat terjadi melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi.
Ia menjelaskan gejala hantavirus umumnya muncul dalam kurun waktu satu hingga delapan minggu setelah terpapar. Gejala awal yang sering dialami penderita antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan tubuh lemas.
Jika tidak segera ditangani, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti sesak napas hingga gagal ginjal yang membahayakan keselamatan pasien.
“Adapun untuk pencegahannya sendiri karena ini berhubungan langsung dengan tikus, jadi kebersihan lingkungan masih menjadi nomor satu. Mari menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang bisa menjadi titik awal penyebaran virus yang membahayakan ini,” katanya.
Pemerintah Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, menjaga kebersihan saluran air, serta membuang sampah pada tempatnya agar tidak menjadi sarang tikus.
Selain itu, warga diminta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya sebagai langkah pencegahan awal terhadap penyebaran hantavirus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




