Ini Delapan Rekomendasi Indef Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Jumat, 16 Desember 2022 | 17:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) memberikan delapan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pangan global di tahun depan. Peneliti Indef M Rizal Taufikurahman menjabarkan, rekomendasi pertama adalah perlunya memperkuat produksi sektor pertanian khususnya pangan termasuk hortikultura.
Sebab hal ini menjadi sangat urgen agar Indonesia siap menghadapi ancaman krisis pangan.
Kedua, melakukan penguatan dan peningkatan industri pengolahan berbasis komoditas pertanian, khususnya produk pangan untuk menopang dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan domestik, selain untuk ekspor.
"Ketiga, meningkatkan rekayasa genetik dan inovasi untuk benih atau bibit komoditas pertanian yang tahan dan dapat adaptif terhadap perubahan cuaca untuk meningkatkan produksi," kata Rizal dalam diskusi Outlook Sektor Pertanian 2023 yang digelar Indef, Jumat (16/12/2022).
Rekomendasi keempat, sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi domestik, pemerintah sebaiknya revitalisasi kebijakan bantuan benih bermutu agar kualitas dan kuantitasnya ditingkatkan, termasuk jangkauan sasarannya. Hal ini penting dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.
Kelima, agar efektif dalam alokasi anggaran dan jumlah bantuan benih bermutu ini, perlu ada upaya perbaikan manajemen bantuan ini, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, monitoring, dan evaluasi. Hal ini agar proses dan output produksi semakin meningkat.
"Keenam, menjaga keseimbangan sistem ketahanan pangan, di mana produksi, konsumsi dan distribusi harus saling memperkuat dan sinergi," jelasnya.
Ketujuh, kekuatan kolaborasi antar-pelaku usaha pertanian harus semakin ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjadi kebutuhan yang dipersiapkan dan dilaksanakan semaksimal mungkin, termasuk kebijakan food estate yang harus dioptimalkan. Kedelapan, pembenahan tata kelola pangan nasional melalui pembaharuan regulasi bila memang diperlukan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




