ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Investasi Dana Pensiun di Pasar Saham Turun Rp 8,02 Triliun

Minggu, 10 Mei 2026 | 22:16 WIB
PA
MK
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: MBK
Ilustrasi Pasar Saham.
Ilustrasi Pasar Saham. (Investor Daily/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com – Industri dana pensiun (dapen) konvensional tercatat melakukan aksi jual saham secara besar-besaran sepanjang kuartal I 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai investasi dapen pada instrumen saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun Rp 8,02 triliun, seiring pergeseran strategi investasi ke instrumen yang lebih konservatif seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan surat berharga Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data OJK, posisi investasi dana pensiun pada saham tercatat sebesar Rp 39,65 triliun per 31 Maret 2026. Nilai tersebut turun 16,83% secara year to date dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 47,66 triliun.

Penurunan investasi di pasar saham tersebut melanjutkan tren defensif industri dana pensiun dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2017, porsi investasi saham terus mengalami penurunan dari Rp 63,03 triliun hingga berada di bawah Rp 40 triliun pada awal 2026.

ADVERTISEMENT

Secara rinci, nilai investasi saham dana pensiun tercatat sebesar Rp 63,03 triliun pada 2017, kemudian turun menjadi Rp 61,20 triliun pada 2018 dan Rp 61,15 triliun pada 2019. Nilai investasi sempat meningkat menjadi Rp 64,27 triliun pada 2020, sebelum kembali turun menjadi Rp 61,38 triliun pada 2021.

Pada 2022, investasi saham dana pensiun kembali menyusut menjadi Rp 57,34 triliun, lalu turun menjadi Rp 56,19 triliun pada 2023, Rp 49,64 triliun pada 2024, dan Rp 47,66 triliun pada 2025. Hingga kuartal I 2026, nilainya tersisa Rp 39,65 triliun.

Selain saham, dana pensiun juga mengurangi penempatan investasi pada reksa dana sebesar 12,40% secara year to date menjadi Rp 21,79 triliun. Kepemilikan deposito on call di sektor perbankan juga turun 22,25% menjadi Rp 5,02 triliun.

Di sisi lain, dana pensiun meningkatkan investasi pada instrumen likuid Bank Indonesia. Penempatan dana pada surat berharga terbitan BI melonjak 65,53% secara year to date menjadi Rp 10,88 triliun.

Instrumen SBN masih menjadi pilihan utama investasi dana pensiun dengan pertumbuhan 4,00% atau bertambah Rp 12,06 triliun sepanjang tahun berjalan. Total penempatan dana pensiun pada SBN kini mencapai Rp 313,75 triliun.

Secara keseluruhan, total nilai investasi dana pensiun konvensional hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp 783,59 triliun atau turun tipis 0,67% secara year to date. Sementara tingkat imbal hasil investasi terealisasi atau return on investment-realized (ROI-R) berada di level 1,54%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon