ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

GOTO Geser Market Cap Telkom di Urutan 3

Senin, 11 April 2022 | 10:19 WIB
PS
FB
Penulis: Parluhutan Situmorang | Editor: FMB
Direktur Utama/CEO/Co-Founder PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Go To Andre Soelistyo (ketiga dari kiri) bersama (ki-ka) Direktur & Co-Founder PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Kevin Aluwi, Komisaris & Co-Founder PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk William Tanuwijaya, Direktur Utama Indo Premier Sekurtas, Moleonoto The, Managing Director Capital Market PT Mandiri Sekuritas Silva Halim, Managing Director Investment Banking PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk David Agus saat acara Due Diligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada Selasa 15 Maret 2022. 
Direktur Utama/CEO/Co-Founder PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Go To Andre Soelistyo (ketiga dari kiri) bersama (ki-ka) Direktur & Co-Founder PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Kevin Aluwi, Komisaris & Co-Founder PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk William Tanuwijaya, Direktur Utama Indo Premier Sekurtas, Moleonoto The, Managing Director Capital Market PT Mandiri Sekuritas Silva Halim, Managing Director Investment Banking PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk David Agus saat acara Due Diligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada Selasa 15 Maret 2022.  (BeritaSatu/Uthan AR)

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok target peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 11,09 triliun pada 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 7,36 triliun. Sedangkan rugi bersih diprediksi turun dari perkiraan tahun 2021 senilai Rp 12,73 triliun menjadi Rp 11,74 triliun pada 2022.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 400. Target tersebut juga menggambarkan kuatnya bisnis perseroan dengan menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia.

"Perseroan juga memiliki sejumla mesin pertumbuhan kinerja keuangan ke depan setelah berhasil merger Gojek dengan Tokopedia untuk membentuk GoTo. Integrasi kedua platform tersebut menciptakan peningkatan GTV dengan order lebih besar dan pengeluarkan belanja konsumen lebih tinggi," ujar analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, Gopay akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan ke depan. Sedangkan katalis diperkirakan dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan GTV perseroan mencapai 30% sepanjang 2021-2025. Peningkatan didukung pertumbuhan order usai meredanya kasus Covid-19 di Indonesia.

ADVERTISEMENT



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Potongan Platform Ojol 8 Persen: Siapa Untung dan Buntung?

Potongan Platform Ojol 8 Persen: Siapa Untung dan Buntung?

EKONOMI
Saham GOTO Anjlok 5,56 Persen Tertekan Isu Komisi Platform 8 Persen

Saham GOTO Anjlok 5,56 Persen Tertekan Isu Komisi Platform 8 Persen

EKONOMI
Kantornya Digeledah Kejagung Terkait Kasus Chromebook, Ini Reaksi GoTo

Kantornya Digeledah Kejagung Terkait Kasus Chromebook, Ini Reaksi GoTo

NASIONAL
Seusai Geledah GOTO, Kejagung Siap Periksa Lagi Nadiem pada 15 Juli

Seusai Geledah GOTO, Kejagung Siap Periksa Lagi Nadiem pada 15 Juli

NASIONAL
Kejagung Geledah Kantor GOTO Terkait Kasus Chromebook, Ini yang Disita

Kejagung Geledah Kantor GOTO Terkait Kasus Chromebook, Ini yang Disita

NASIONAL
GoTo Bakal Buyback Saham Besar-besaran Capai Rp 3,3 Triliun

GoTo Bakal Buyback Saham Besar-besaran Capai Rp 3,3 Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon