ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Board of Peace, Israel dan Pertaruhan Berbahaya RI

Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:30 WIB
TB
DM
Penulis: Tim Beritasatu.com | Editor: DM
Masuknya Israel ke dalam Board of Peace (BoP), forum perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald J Trump, memicu polemik di dalam negeri. Pemerintah Indonesia menegaskan partisipasi RI pada forum tersebut bukan bentuk normalisasi hubungan politik dengan Israel.
Masuknya Israel ke dalam Board of Peace (BoP), forum perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald J Trump, memicu polemik di dalam negeri. Pemerintah Indonesia menegaskan partisipasi RI pada forum tersebut bukan bentuk normalisasi hubungan politik dengan Israel. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, Beritasatu.com - Masuknya Israel ke dalam Board of Peace (BoP), forum perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald J Trump, memicu polemik di dalam negeri. Pemerintah Indonesia menegaskan partisipasi RI pada forum tersebut bukan bentuk normalisasi hubungan politik dengan Israel.

Namun, sejumlah kelompok masyarakat sipil menilai langkah itu berpotensi menyeret Indonesia dalam skema diplomasi yang kontroversial. Bahkan berisiko mencederai posisi politik luar negeri RI yang selama ini konsisten mendukung Palestina.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan posisi Indonesia tetap teguh mendukung kemerdekaan Palestina. Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan kehadiran Indonesia pada BoP semata-mata berlandaskan mandat kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

“Kehadiran Indonesia di Board of Peace (BoP) tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun, atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara mana pun,” tegas Nabyl dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menurut dia, Indonesia bergabung dengan mandat yang jelas, yaitu stabilisasi situasi keamanan, perlindungan warga sipil, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza. Mandat tersebut merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025) yang menjadi dasar pembentukan mekanisme stabilisasi internasional.

Nabyl menekankan keanggotaan negara mana pun, termasuk Israel, tidak mengubah posisi prinsip Indonesia. Sejak awal, Indonesia tetap menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil di Gaza, mengecam pelanggaran hukum internasional, serta mendorong akses bantuan kemanusiaan dibuka seluas-luasnya.

Indonesia juga, lanjutnya, tetap mengusung solusi 2 negara sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina-Israel. “Indonesia akan memanfaatkan keanggotaan pada BoP untuk mendorong keterlibatan Otoritas Palestina dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina,” ujarnya.

Penegasan serupa juga disampaikan Juru Bicara Kemenlu lainnya, Yvonne Mewengkang, yang menyebut keikutsertaan Indonesia tidak boleh dipersepsikan sebagai legitimasi terhadap kebijakan Israel. Ia memastikan arah diplomasi RI tetap berpihak pada rakyat Palestina.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Survei: Mayoritas Warga Tolak Indonesia Gabung BoP

Survei: Mayoritas Warga Tolak Indonesia Gabung BoP

NASIONAL
3 Prajurit TNI Gugur, TB Hasanuddin Desak RI Keluar dari BoP

3 Prajurit TNI Gugur, TB Hasanuddin Desak RI Keluar dari BoP

NASIONAL
Prabowo Bantah RI Janji Donasi US$ 1 Miliar kepada BoP

Prabowo Bantah RI Janji Donasi US$ 1 Miliar kepada BoP

INTERNASIONAL
Prabowo Tegaskan RI Tak Bayar Iuran Rutin Rp 15,7 Triliun ke BOP

Prabowo Tegaskan RI Tak Bayar Iuran Rutin Rp 15,7 Triliun ke BOP

NASIONAL
Prabowo Tegaskan TNI Dikirim ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas

Prabowo Tegaskan TNI Dikirim ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas

INTERNASIONAL
Prabowo Ancam Keluar BoP jika Palestina Tak Didukung

Prabowo Ancam Keluar BoP jika Palestina Tak Didukung

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT