KBRI Lobi Iran agar Kapal Pertamina Bisa Lewat Selat Hormuz
Jumat, 6 Maret 2026 | 16:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus melakukan komunikasi aktif dengan Pemerintah Iran terkait dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap kepentingan Indonesia. Salah satu isu yang dibahas adalah keberadaan dua kapal tanker milik Pertamina di kawasan tersebut.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Santo Darmosumarto mengatakan, komunikasi dengan pihak Iran dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional kapal-kapal Indonesia, khususnya milik Pertamina.
“Terkait dua tanker dari pihak Pertamina, hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman di KBRI Teheran karena komunikasi memang perlu dilakukan dengan pihak Iran,” ujar Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Santo Darmosumarto di Kemenlu, Jumat (6/3/2026).
Menurut Santo, Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah diplomasi serta koordinasi dengan berbagai pihak di Iran untuk memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Upaya diplomasi dan koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak di Iran untuk memastikan kepentingan Indonesia, khususnya terkait Pertamina, dapat terlindungi,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga berupaya memastikan kapal-kapal yang beroperasi di kawasan tersebut dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu rute strategis perdagangan energi dunia dan menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas.
“Tujuannya agar kapal dapat melintas di Selat Hormuz dengan aman. Namun, secara umum kondisi di kawasan tersebut memang masih belum kondusif, sehingga koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran terus dilakukan,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyampaikan bahwa sejumlah kapal tanker milik anak usaha mereka, PT Pertamina International Shipping (PIS), terdampak situasi keamanan di Timur Tengah. Hingga saat ini, empat kapal tanker PIS masih berada di kawasan tersebut akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran.
“Manajemen terus memastikan keselamatan para awak kapal serta kondisi aset yang berada di sana,” ujar VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron di kantor pusat Pertamina, Selasa (3/3/2026).
Dari empat kapal tersebut, dua kapal tanker PIS berada di wilayah Selat Hormuz, sementara dua kapal lainnya berada di luar kawasan tersebut tetapi masih di wilayah Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global. Ketegangan geopolitik di kawasan ini sering kali berdampak langsung pada stabilitas perdagangan energi dunia, termasuk aktivitas pelayaran kapal tanker minyak.
Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan awak kapal serta kelancaran operasional aset-aset nasional di kawasan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




