ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tradisi Babaritan Bekasi: Wujud Syukur Kemerdekaan dengan Sedekah Bumi

Senin, 18 Agustus 2025 | 20:27 WIB
ES
SL
Penulis: Eka Jaya Saputra | Editor: LES
Warga Bekasi menggelar tradisi Babaritan pada HUT RI ke-80, wujud syukur kemerdekaan lewat doa bersama, gotong royong, dan sedekah bumi.
Warga Bekasi menggelar tradisi Babaritan pada HUT RI ke-80, wujud syukur kemerdekaan lewat doa bersama, gotong royong, dan sedekah bumi. (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)

Bekasi, Beritasatu.com –  Sebagai ungkapan rasa syukur pada momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI, ratusan warga Kampung Ciranggon RW 02, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menggelar tradisi sedekah bumi Babaritan, Senin (18/8/2025) sore.

Tradisi Babaritan merupakan warisan turun-temurun yang sejak dahulu dilaksanakan sebagai bentuk doa dan rasa syukur, awalnya saat memasuki musim tanam atau panen. Kini, tradisi ini juga menjadi simbol kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.

Warga berbondong-bondong membawa makanan hasil olahan sendiri, mulai dari buah-buahan hingga bekakak ayam, yang kemudian dinikmati bersama-sama dalam suasana gotong royong.

ADVERTISEMENT

Ernawati (38), salah seorang warga mengatakan Babaritan adalah warisan leluhur yang mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah Swt. “Tradisi ini sudah ada sejak orang tua kami dulu. Biasanya dilakukan saat mulai turun air atau akan menanam padi, sebagai tanda syukur kepada Allah Swt,” ujarnya.

Menurut Ernawati, pelaksanaan Babaritan murni hasil swadaya warga. Makanan yang dibawa kemudian didoakan dan disantap bersama sebagai bentuk saling berbagi rezeki. “Masyarakat berlomba-lomba bersedekah. Mereka ingin makanannya dimakan banyak orang, tanda syukur supaya rezeki yang didapat terbagi kepada sesama,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Gunawan (43), tokoh masyarakat Kampung Ciranggon. Ia menuturkan Babaritan adalah wujud rasa syukur warga atas kemerdekaan, rezeki, dan kesehatan yang diberikan Tuhan.

“Kalau bahasa Sundanya, Babaritan itu ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Warga Ciranggon yang mayoritas petani sudah melaksanakan tradisi ini sejak lama, dan terus dilestarikan,” kata Gunawan.

Gunawan menambahkan, meski modernisasi terus berkembang, warga berkomitmen menjaga tradisi Babaritan agar tidak hilang dan tetap diwariskan kepada generasi muda. Ia juga berharap ada dukungan dari pemerintah daerah untuk melestarikan budaya asli Bekasi.

“Harapan saya, tradisi ini tetap dijaga dari generasi ke generasi. Tahun ini sengaja dilaksanakan bersamaan dengan Hari Kemerdekaan agar semakin bermakna,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon