Ini Motif Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas di Depok
Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:54 WIB
Depok, Beritasatu.com - Polisi menggelar prarekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan bocah berusia enam tahun di kawasan Rawapanjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan tersebut, pelaku yang merupakan ibu tiri korban memperagakan sebanyak 20 adegan kekerasan terhadap sang anak.
Prarekonstruksi dilakukan Polres Metro Depok di lokasi kejadian. Pelaku berinisial RN memperagakan sendiri bagaimana dirinya melakukan kekerasan hingga korban, Muhamad Arrasya Alfarizky, meninggal dunia. Proses berlangsung tertutup, tetapi suasana di sekitar lokasi tetap tegang.
Warga yang menyaksikan dari kejauhan tak kuasa menahan emosi. Dalam video amatir yang beredar, sejumlah warga tampak berteriak dan menyoraki pelaku saat digiring ke mobil polisi usai prarekonstruksi. Mereka mengecam tindakan keji RN terhadap anak tirinya yang dikenal pendiam dan penurut.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan bahwa prarekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan pelaku dengan hasil penyelidikan.
“Sebanyak 20 adegan diperagakan langsung oleh pelaku RN. Semua adegan sesuai dengan keterangan dalam BAP,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Dari hasil penyelidikan, penganiayaan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan diduga sudah terjadi sejak awal Oktober 2025. Puncaknya, pada Minggu (19/10/2025) malam, RN menganiaya korban secara brutal hanya karena menolak makan dengan alasan sudah kenyang. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.
AKP Made Budi menambahkan, penyidik masih mendalami motif pasti di balik kekerasan tersebut. “Penyidik masih memeriksa intensif pelaku dan mengumpulkan bukti tambahan untuk memperjelas motifnya,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
MPR Akan Ulang LCC 4 Pilar, SMAN 1 Pontianak Putuskan Tidak Ikut




