ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Soal Tim Independen, Yusril: Aparat Lebih Cepat Usut Kasus Demo

Kamis, 11 September 2025 | 18:19 WIB
CS
DM
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: DM
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut dugaan kekerasan aparat terhadap demonstran belum mendesak dilakukan.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut dugaan kekerasan aparat terhadap demonstran belum mendesak dilakukan. (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut dugaan kekerasan aparat terhadap demonstran belum mendesak dilakukan.

Menurut Yusril, tim investigasi independen atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) membutuhkan waktu lama karena harus menghimpun personel dan data dari awal. Sementara itu, aparat penegak hukum dinilainya sudah bekerja cepat menangani kasus ini.

“Saya kira lebih baik kita menggunakan aparat penegak hukum yang ada sekarang. Mereka lebih cepat bekerja daripada kita berlama-lama. Kecuali kalau negara diam, baru dibentuk TGPF,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Kamis (11/9/2025).

ADVERTISEMENT

Yusril memastikan telah memantau langsung proses hukum yang tengah berjalan, baik di Polda Metro Jaya maupun di Polda Makassar. Menurutnya, fakta-fakta lapangan sudah terkumpul dan langkah hukum terhadap aparat yang melakukan pelanggaran juga telah diambil.

Yusril mencontohkan, di Makassar ada pelaku di bawah umur yang terlibat pemukulan hingga korban meninggal dunia. Meski dikembalikan ke orang tua, proses hukum tetap berlanjut. “Bukan berarti dibebaskan, hanya tidak ditahan di sel tahanan Polrestabes Makassar karena pertimbangan usia,” jelasnya.

Yusril menegaskan penyelidikan terkait kerusuhan akhir Agustus 2025 masih berlangsung, termasuk upaya aparat mengungkap siapa dalang di balik kerusuhan.

Sebelumnya, sejumlah kelompok masyarakat sipil mendesak Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus kekerasan aparat, termasuk kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi unjuk rasa.

Meski Yusril menilai pembentukan tim independen belum genting, Presiden Prabowo justru merespons positif tuntutan tersebut dan menyebutnya masuk akal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mayoritas Anggota Komite Reformasi Ingin Polri di Bawah Presiden

Mayoritas Anggota Komite Reformasi Ingin Polri di Bawah Presiden

NASIONAL
Yusril: Polisi Bisa Ditindak Jika Salah Tangani Penjual Es Kue Jadul

Yusril: Polisi Bisa Ditindak Jika Salah Tangani Penjual Es Kue Jadul

NASIONAL
Istana Tegaskan RUU Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Wacana

Istana Tegaskan RUU Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Wacana

NASIONAL
Anggota DPR: KUHAP Baru Cegah Kriminalisasi Rakyat

Anggota DPR: KUHAP Baru Cegah Kriminalisasi Rakyat

NASIONAL
Yusril: Hanya Presiden dan DPR yang Berhak Ubah Struktur Polri

Yusril: Hanya Presiden dan DPR yang Berhak Ubah Struktur Polri

NASIONAL
Pemerintah Tegas Tolak Visa Atlet Israel pada Kejuaraan Senam Dunia

Pemerintah Tegas Tolak Visa Atlet Israel pada Kejuaraan Senam Dunia

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon