Longsor Parah di Jalan Poros Kampung Gurimbang Berau Kaltim, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Minggu, 17 September 2023 | 11:21 WIB
Berau, Beritasatu.com - Badan jalan poros Kampung Gurimbang Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali mengalami longsor pascadiguyur hujan deras. Bahkan, kini separuh badan jalan sepanjang 200 meter telah longsor yang mengakibatkan arus lalu lintas terpaksa harus dialihkan ke jalur alternatif.
Lokasi badan jalan yang berada di tepi tebing setinggi 20 meter, ditambah lokasinya yang berada di pinggir aliran anak sungai Mahakam, disinyalir menjadi penyebab badan jalan itu mengalami longsor hingga sepanjang 200 meter.
Peristiwa longsornya badan Jalan Poros Kampung Gurimbang itu, sebenarnya telah terjadi sejak tahun 2021 silam. Pemerintah pun juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 37 miliar sebagai upaya perbaikan jalan yang mengalami longsor itu.
Namun, akibat kondisi cuaca hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Berau, kondisi jalan yang mengalami longsor itu pun semakin parah.
Kepala Kampung Gurimbang, Edy Gunawan mengatakan selain disebabkan akibat hujan deras, kondisi penggalian untuk penanaman tiang pancang pada proyek perbaikan jalan longsor ini juga dinilai menjadi salah satu pemicu longsoran badan jalan menjadi semakin parah.
"Perlu saya jelaskan bahwa dalam kontruksi ini saya lihat mereka harus menggali lempung dulu, untuk mengambil titik kerasnya tanah untuk menanam pancang. Nah, karena menggali terlalu dalam, ternyata setelah hujan tadi malam longsor," terang Edy kepada Beritasatu.com, Minggu (17/9/2023) pagi.
Saat ini di lokasi jalan longsor itu juga telah disiagakan alat berat berupa ekskavator yang siap untuk digunakan guna mengantisipasi jika terjadi longsor susulan. Masyarakat berharap agar perbaikan jalan poros Kampung Gurimbang ini bisa segera dituntaskan, mengingat anggaran pemerintah yang terbilang besar.
Jalan poros Kampung Gurimbang ini juga satu-satunya akses jalan aspal yang menghubungkan masyarakat ke pusat pemerintahan Kabupaten Berau, dan bermanfaat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.
"Nilai proyek ini luar biasa, untuk penanganan longsor yang notabene sudah terjadi sejak tahun 2021 dan dilakukan kajian di tahun 2022. Semoga saja cepat diselesaikan," tandas Edy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




