Waspadai Ketidakpastian Global, BI Perkuat Sistem Keuangan Nasional
Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Sinergi kebijakan antara BI dan pemerintah juga diperkuat guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan program Asta Cita pemerintah.
Apalagi, kini perekonomian global masih berada dalam tren melambat akibat dampak kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang memicu tingginya ketidakpastian. Sejak 1 Oktober 2025, AS kembali memberlakukan tambahan tarif terhadap sektor farmasi, mebel, dan otomotif, serta mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan sebesar 100% terhadap produk asal China.
BACA JUGA
BI Tahan Suku Bunga pada 4,75 Persen
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut berbagai indikator menunjukkan kebijakan tarif AS telah menekan kinerja perdagangan global, tercermin dari melambatnya ekspor dan impor di sebagian besar negara.
“Di AS, pertumbuhan ekonomi masih lemah sehingga mendorong penurunan kondisi ketenagakerjaan,” ungkap dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/10/2025).
Sementara itu, ekonomi Jepang, Eropa, dan India juga belum menunjukkan penguatan signifikan, dipengaruhi oleh lemahnya konsumsi rumah tangga di tengah berbagai stimulus fiskal dan moneter yang telah digulirkan. Sementara itu, perekonomian China pada triwulan III 2025 mencatat peningkatan berkat dorongan stimulus fiskal.
Perkembangan tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia 2025 yang diperkirakan mencapai 3,1%, sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,0%.
“Probabilitas penurunan kembali Fed Funds Rate (FFR) meningkat seiring dengan pelemahan kondisi ketenagakerjaan di AS. Sejalan dengan itu, yield US Treasury jangka pendek kembali menurun dan indeks mata uang dolar AS (DXY) cenderung melemah,” jelas dia.
Oleh karena itu, aliran modal ke emerging market (EM) masih berfluktuasi di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Kondisi ini pun menuntut kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan dari ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global terhadap perekonomian domestik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




