ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kejaksaan Paling Dipercaya, Prabowo Dinilai Tegas Lawan Korupsi

Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:13 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Kejaksaan Agung memamerkan uang senilai Rp Rp 1,3 triliun dari hasil sitaan dalam penyidikan kasus korupsi CPO di kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Kejaksaan Agung memamerkan uang senilai Rp Rp 1,3 triliun dari hasil sitaan dalam penyidikan kasus korupsi CPO di kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (2/7/2025). (Beritasatu.com/Aulia Rahman)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai menunjukkan keseriusan dalam memerangi korupsi, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung).

Hal ini diungkapkan oleh peneliti senior dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA, dalam laporan bertajuk “Ketika Kepercayaan Publik Kepada Kejaksaan Agung Melampaui KPK dan Polri”, yang dirilis pada Sabtu (5/7/2025).

“Kepercayaan publik terhadap Kejaksaan mencapai angka 61%, lebih tinggi dibanding KPK yang berada di 60% dan Polri di 54,3%. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari persepsi masyarakat atas kinerja nyata dalam pemberantasan korupsi,” ujar Denny dalam laporan tersebut. 

ADVERTISEMENT

Survei ini menjadi catatan penting di awal pemerintahan Prabowo Subianto, karena untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, Kejagung menempati posisi teratas sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya masyarakat.

Komitmen Presiden Prabowo untuk mendukung Kejagung dalam upaya pemberantasan korupsi pun semakin terlihat jelas. Ia dinilai memberikan dukungan nyata terhadap penguatan institusi kejaksaan.

“Kejaksaan kini diperkuat secara institusional. Presiden Prabowo memberikan dukungan penuh demi mempercepat langkah pemberantasan korupsi,” jelas Denny JA.

Sejumlah kasus besar yang berhasil ditangani Kejaksaan turut memperkuat tingkat kepercayaan publik tersebut. Di antaranya adalah penetapan Johnny G Plate, mantan sekjen Partai Nasdem, sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek BTS Kementerian Kominfo dengan potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp 8 triliun.

Selain itu, Kejaksaan juga membongkar kasus korupsi Duta Palma yang merugikan negara hingga Rp 78 triliun, serta perkara tambang timah di Bangka Belitung yang diperkirakan menyebabkan kerugian hingga Rp 271 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Bongkar Ada 'Gunung Uang' Rp 49 Triliun Bulan Depan

Prabowo Bongkar Ada 'Gunung Uang' Rp 49 Triliun Bulan Depan

NASIONAL
Gunung Uang Rp 10,2 Triliun, Jaksa Agung: Bukti Nyata Kerja Satgas

Gunung Uang Rp 10,2 Triliun, Jaksa Agung: Bukti Nyata Kerja Satgas

NASIONAL
Prabowo: Kekayaan Negara Harus Kembali untuk Rakyat

Prabowo: Kekayaan Negara Harus Kembali untuk Rakyat

NASIONAL
Lantik Budi Cahyono Jadi Kajati Bali, Jaksa Agung Tekankan Integritas

Lantik Budi Cahyono Jadi Kajati Bali, Jaksa Agung Tekankan Integritas

NASIONAL
Lantik Kajati, Jaksa Agung Tekankan Integritas dan Disiplin

Lantik Kajati, Jaksa Agung Tekankan Integritas dan Disiplin

NASIONAL
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Tambang Samin Tan

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Tambang Samin Tan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon