Detik-detik 2 WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tertimbun
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:50 WIB
Tobelo, Beritasatu.com - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026).
Penemuan tersebut terjadi pada hari ketiga operasi pencarian di kawasan puncak gunung api Dukono. Dari rekaman video di lokasi, kedua korban ditemukan dalam kondisi tertimbun materiel batu besar dan debu vulkanik tidak jauh dari bibir kawah gunung.
Tim SAR gabungan menemukan jasad kedua korban dengan jarak sekitar 30 meter dari bibir kawah. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena jasad korban tertutup materiel vulkanik dan terhalang batu besar. Kondisi medan yang berat membuat petugas kesulitan mengangkat jenazah secara utuh.
Saat proses evakuasi berlangsung, letusan besar kembali terjadi dari bibir kawah Gunung Dukono sehingga tim SAR sempat panik dan mencari perlindungan sebelum melanjutkan penyelamatan. Kondisi jasad yang sudah rusak akibat materiel erupsi, petugas hanya dapat mengevakuasi bagian tulang-belulang korban menuju posko utama penanganan erupsi di Desa Mamuya, Halmahera Utara.
Setibanya di posko, jenazah disambut Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, serta Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu.
“Ditemukan tadi pukul 13.00 WIT, dengan medan yang sulit dan cuaca yang sangat luar biasa hujan. Jadi dalam rangka evakuasi menuju posko, tim SAR mengalami kesulitan. Akhirnya, tim SAR dapat mengevakuasi sampai ke posko,” ujar Iwan Ramdani.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi forensik guna memastikan identitas kedua korban. “Proses evakuasi yang diduga terhadap jenazah dua WNA yang ditemukan tadi sudah dievakuasi menuju rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang berhasil menemukan seluruh korban pendaki yang hilang akibat erupsi.
Menurut Piet, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura sejak hari pertama kejadian agar pemulangan jenazah berjalan lebih cepat setelah identifikasi selesai dilakukan. “Nanti ada proses autopsi dan kami akan meminta bantuan kepada pihak kepolisian dari tim forensik agar kita bisa memastikan identitas daripada kedua jenazah itu,” ujarnya.
Piet Hein Babua menambahkan pihak Kedutaan Besar Singapura terus memantau jalannya operasi pencarian dan evakuasi di Halmahera Utara.
Kedua korban WNA tersebut diketahui bernama Heng Wen Qiang Timoty (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Sebelumnya, tim SAR juga telah menemukan korban WNI bernama Engel Krishela Pradita (28) dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya seluruh korban hilang, tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian dan evakuasi erupsi Gunung Dukono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
MPR Akan Ulang LCC 4 Pilar, SMAN 1 Pontianak Putuskan Tidak Ikut




