DBS: Baru 20% UKM di Indonesia Memiliki Strategi Transformasi Digital
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

DBS: Baru 20% UKM di Indonesia Memiliki Strategi Transformasi Digital

Selasa, 21 September 2021 | 13:53 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Singapura, Beritasatu.com – Edisi ketiga DBS Digital Readiness Survey mengungkapkan bahwa meskipun ada momentum lanjutan dalam upaya digitalisasi oleh bisnis di seluruh Asia-Pasifik (APAC), masih ada ruang untuk perbaikan lebih lanjut. Dalam survei juga disebutkan bahwa 20% usaha kecil dan menengah di Indonesia memiliki strategi transformasi digital, tetapi masih tertinggal dibandingkan Singapura, Hong Kong, dan Taiwan.

Survei tersebut, yang melibatkan sekitar 2.600 bendahara perusahaan, CEO, CFO, dan pemilik usaha di 13 pasar di APAC, serta AS dan Inggris, menunjukkan bahwa tujuh dari 10 (70%) perusahaan besar dan pasar menengah di APAC telah memiliki strategi transformasi digital, dengan Taiwan memimpin (95%), diikuti Singapura (91%), Tiongkok (87%) dan Hong Kong (86%).

Itu peningkatan nyata dari tahun lalu, ketika proporsi bisnis APAC yang memiliki strategi digital hanya 57%. Ada juga lonjakan berarti dalam proporsi bisnis dengan strategi digital jelas -- menjadi lebih dari tiga dari 10 perusahaan (35%), dari 26% pada tahun sebelumnya.

Namun, sekitar setengah (53%) dari perusahaan besar dan pasar menengah di kawasan itu masih dalam tahap awal digitalisasi karena baru mulai mengembangkan peta jalan digital mereka atau dengan rencana saat ini masih belum berkembang.

Lim Soon Chong, Group Head, Global Transaction Services, DBS, mengatakan, “Sekarang, menganut digital menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar lagi oleh perusahaan, terlepas dari ukurannya. Tetapi, lanskap digital berkembang pesat dan bisnis harus mengikuti perkembangan terbaru sembari mengarungi hambatan ekonomi yang terus menerus. Laju perubahan teknologi digital menyulitkan bisnis untuk mengembangkan dan menerapkan strategi digital holistik dan efektif. Di DBS, misi kami adalah untuk memanfaatkan kepemimpinan digital kami untuk mendukung bisnis dalam menerapkan solusi digital inovatif untuk keluar dari masa penuh tantangan ini dengan menjadi lebih kuat.”

UKM membuat kemajuan digital stabil, tetapi tertinggal dari perusahaan besar
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencakup lebih dari 96% dari seluruh bisnis Asia, dan menjadi bagian integral dari keberhasilan ekonomi di wilayah ini. Untuk lebih memahami kebutuhan mereka, DBS Digital Readiness Survey pada tahun ini diperluas untuk mengumpulkan wawasan lebih dari 1.000 usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh APAC tentang posisi mereka dalam hal digitalisasi.

Dalam hal kemajuan digital, UKM di Singapura adalah penentu kecepatan dengan 72% memiliki strategi transformasi digital, diikuti Hong Kong (47%), Tiongkok (44%), Taiwan (38%), India (25%) dan Indonesia (20%). Namun, segmen UKM di wilayah Asia tertinggal dari perusahaan besar dan pasar menengah dalam hal kesiapan digital, dengan hanya empat dari 10 UKM (41%) memiliki rencana transformasi digital, dan satu dari 10 memiliki strategi digital yang diperjelas (12%).

Joyce Tee, Group Head of SME Banking, DBS, mengatakan, “Sebagian besar UKM di wilayah Asia menyadari manfaat transformasi digital dan memiliki minat sungguh untuk mendigitalkan bisnis mereka. Mereka melihat perubahan menjadi digital sebagai hal penting bagi bisnis mereka untuk bertahan dan berkembang dalam normal baru. Tetapi, biaya untuk menerapkan teknologi baru dan persaingan ketat untuk bakat digital menghambat kemajuan mereka. Untuk beberapa UKM, tampaknya juga ada kesenjangan pengetahuan atau kurang rasa percaya diri untuk memulai, jadi sangat penting bagi mitra, seperti bank, untuk tidak hanya menyediakan solusi digital, tetapi juga sumber daya pendidikan tentang di mana harus memulai dan bagaimana cara untuk berkembang.”

Tekanan untuk melakukan digitalisasi dan hambatan penerapan digital
Karena pandemi mempercepat kebutuhan layanan bebas kontak dan mempertanyakan ketahanan rantai pasokan, hampir semua bisnis di Asia (97%) menyatakan bahwa mereka menghadapi tekanan eksternal untuk bertransformasi secara digital. Tekanan eksternal utama yang mendorong kebutuhan berubah muncul dari pelanggan dan permintaan pasar utama (35%), peningkatan kompleksitas rantai pasokan (26%), dan ancaman kompetitor (20%).

Namun, tantangan untuk penerapan digital beragam di antara perusahaan besar dan perusahaan pasar menengah, serta UKM.

Tiga tantangan teratas dalam hal digitalisasi untuk masing-masing segmen adalah:

Perusahaan besar dan perusahaan pasar menengah

  1. Kecepatan perubahan dan kompleksitas dalam teknologi yang memungkinkan perubahan radikal dalam hal kemampuan pengguna (88%);
  2. Kompleksitas pelaksanaan (87%); dan
  3. Ketersediaan bakat digital (77%).

UKM

  1. Biaya tinggi untuk menerapkan teknologi baru (63%);
  2. Ketersediaan bakat digital (37%); dan
  3. Masalah keamanan siber (23%).

Dalam hal pembelanjaan digital, sekitar setengah dari perusahaan besar dan perusahaan pasar menengah di wilayah tersebut menyebutkan bahwa perdagangan dan pembiayaan rantai pasokan (65%), pengelolaan kas saat ini (56%), dan saluran penjualan dan distribusi, seperti, etalase e-commerce (48 %) mewakili tiga area investasi digital paling berarti. Untuk UKM, tiga prioritas utama mereka untuk investasi digital adalah penjualan dan saluran distribusi (55%), pendanaan perdagangan dan rantai pasokan (47%), dan pengadaan (47%). Secara khusus, dalam hal investasi di digitalisasi saluran penjualan dan distribusi, UKM APAC sebagai proporsi dari keseluruhan anggaran teknologi mereka, berinvestasi dua kali lipat dari perusahaan besar dan perusahaan pasar menengah (21% dibandingkan dengan 10%).

Tiga area fokus teratas berbeda dengan AS, dengan tujuh dari 10 (67%) bisnis mengutamakan investasi pada pelaporan risiko dan kepatuhan serta saluran penjualan dan distribusi, dan enam dari 10 (59%) pada manajemen dan layanan hubungan pelanggan. Di Inggris, belanja digital difokuskan pada saluran penjualan dan distribusi (73%), diikuti oleh pembiayaan rantai pasokan dan perdagangan (69%) serta manajemen dan layanan hubungan pelanggan (63%).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Deposit di Tokocrypto Kini Dikonversi ke BIDR

User Tokocrypto berkesempatan untuk mendapatkan cashback 100% dalam bentuk TKO dengan melakukan trading menggunakan pairing BIDR.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Perajin Tenun Sasak Harap Superbike Geliatkan Usahanya

Perajin tenun Sasak berharap event Superbike di Sirkuit Mandalika akan menggeliatkan kembali usahanya yang mati suri karena pandemi.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Awal Perdagangan, Rupiah Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.056 - Rp 14.067 per dolar AS.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Awali Perdagangan IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 1,0 poin (0,0%) menjadi 6.634.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

IHSG Diproyeksikan Menguat, Simak Daftar Saham Pilihan

Level support di 6.578 /6.522/6.471 dan resistance di 6.684/6.736/6.791.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Raihan Kontrak Baru PP Presisi Tembus 130% dari Target 2021

PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan raihan kontrak baru sebesar Rp 4,7 triliun hingga September 2021, atau tembus 130% dari target perseroan sepanjang 2021

EKONOMI | 18 Oktober 2021

IHSG Diprediksi Kembali Coba All Time High

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.600-6.750.

EKONOMI | 18 Oktober 2021





TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Polda Metro Jaya Layangkan Surat Panggilan untuk Rachel Vennya

Polda Metro Jaya Layangkan Surat Panggilan untuk Rachel Vennya

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings